Permampu dan PPSW Riau Peringati Hari Anak 23 Juli

  • Saiful
  • Selasa, 29 Juli 2025 - 19:35 WIB
Permampu dan PPSW Riau Peringati Hari Anak 23 Juli

PEKANBARU (PR) - Permampu dan PPSW Riau melaksanakan kegiatan peringatan hari anak, yang diperingati setiap tanggal 23 Juli. Peringatan ini bertujuan agar seluruh anak–anak indonesia dan juga orang tua tak terkecuali seluruh masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa tau apa itu peringatan hari anak, apa sejarahnya peringatan hari anak.

Hari anak diperingati untuk mewujudkan bagaimana Indonesia layak anak pada tahun 2034 se Indonesia. Ini merupakan target dari PBB, bagaimana dunia yang layak untuk anak World Feed for Children. 

Latar belakang itu lah maka ada UU Perlinduangan anak UU No 23 tahun 2002 dan diperbaharui dengan UU No 35 tahun 2014 terkait bagaimana kita memenuhi hak anak dan perlindungan khusus  anak tanpa diskriminasi. 

Jadi ada hak dasar anak, non diskriminasi hak untuk hidup tumbuh berkembang, berpartisipasi dan dilibatkan dalam pembangunan sehingga timbulah hari Anak itu dirayakan.  

Adapun tema Hari Anak yang diangkat Permampu dan PPSW Riau pada tahun ini adalah Anak Hebat Indonesia kuat menuju Indonesia Emas tahun 2045, dengan taglinenya “Anak Indonesia Kita Bersaudara”.

"Dari tema itu kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tanpa membeda-bedakan siapapun yang namanya anak dapat ikut berpartisipasi dan bisa ikut merayakan hari Anak termasuk yang kita adakan sekarang," ujar Direktur PPSW Riau Herlia  Santi. 

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Riau, Hj Fariza SH MH mengatakan organisasi perempuan berperan dalam mencegah perkawinan anak dan ikut serta mengambil peran untuk anak-anak secara terus menerus dan secara inklussif, agar bisa hidup dan bermain tanpa rasa takut. 

"Tentunya kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh PPSW Riau dan semakin banyak relawan, kelompok komunitas yang dibuat untuk pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak maka akan semakin banyak anak-anak yang bisa terlindungi. Semakin banyak peran ibu-ibu di dalam ikut memenuhi hak anak dan semakin banyak pengetahuan ibu-ibu untuk dapat memberikan yang terbaik buat anak-anak," ujar Hj Fariza. 

"Kami, Dinas Pemberdayaan Perempuan selalu ingin  berkolaborasi dan bersinergi dengan Lembaga Swadaya masyarakat, Organisasi dan Komunitas Peduli Anak dan Peduli Perempuan bagaimana nanti Provinsi Riau ini dapat mencegah Perkawinan Anak, dapat mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dan meminimalisir tidak terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak," terangnya. (sa)

Laporan : Eka



Riau Zona

BACA JUGA: