Pekanbaru
Rayakan Hari Keluarga Nasional ke-32, PERMAMPU dan LSM Perempuan di Sumatera Taja Diskusi
- Redaksi
- Sabtu, 28 Juni 2025 - 12:58 WIB
PEKANBARU, PR- Sekretariat Konsorsium PERMAMPU bersama delapan LSM perempuan di Pulau Sumatera merayakan Hari Keluarga Nasional ke-32, Rabu (25/6/2025) secara hybrid.
Delapan LSM yang ikut berpartisipasi yakni Flower Aceh (Aceh), PESADA (Sumatera Utara), PPSW Riau (Riau), LP2M (Sumatera Barat), APM (Jambi), Cahaya Perempuan (Bengkulu), WCC Palembang (Sumatera Selatan), dan Perkumpulan Damar (Lampung).
Hari Keluarga Nasional sendiri pertama kali ditetapkan pada 29 Juni 1993, dan pengakuannya secara hukum diperkuat melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2014. Peringatan ini hadir sebagai bentuk ajakan kepada seluruh masyarakat untuk kembali menempatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam pembangunan bangsa sebuah keluarga yang kecil, bahagia, dan sejahtera.
Kegiatan ini berlangsung melalui Zoom secara hybrid di delapan provinsi, mencakup 38 titik lokasi di tingkat kabupaten/kota, yang dihadiri 572 peserta.
Diskusi menghadirkan pembicara Nani Zulminarni, fellow Ashoka yang merupakan penggagas konsep Keluarga Pembaharu dan Direktur Eksekutif Ashoka.
Dina Lumbantobing, Koordinator Konsorsium PERMAMPU mengatskan pendekatan berbasis keluarga bukanlah hal baru, terutama bagi PESADA.
"Sebagai contoh, di tahun 1991, PESADA telah mendirikan Taman Bina Asuh Anak di Kecamatan Salak (yang sekarang menjadi Kabupaten Pakpak Bharat) dan membentuk kelompok orang tua. Namun, karena pengaruh budaya dan stigma yang menyatakan bahwa perawatan anak adalah tanggung jawab ibu, keterlibatan ayah dalam pengasuhan masih terbatas," ujar Dina yang juga fellow Ashoka dimana PESADA menjadi salah satu co-founder dari keluarga Pembaharu.
Lanjut Dina, pemikiran ini terus berkembang sejak tahun 1991 hingga di tahun 2015. PESADA yang menjadi Pengelola Konsorsium PERMAMPU mengembangkan Keluarga Peduli HKSR, dan berlanjut dengan ide baru berupa Keluarga Pembaharu yang melibatkan seluruh anggota Keluarga.
Sementara itu, Virlyan Nurkristi, Perwakilan INKLUSI, Lembaga Kemitraan Australia Indonesia menuju Masyarakat Inklusif menyampaikan dukungan penuh INKLUSI atas ide inovatif Gerakan Keluarga Pembaharu untuk pembaharuan nilai menuju kesetaraan yang saling menghormati di dalam keluarga.
Hal ini telah disaksikan alam kunjungan monitoring ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Nani Zulminarni narasumber dalam kegiatan diskusi mengajak peserta untuk melihat keluarga dari perspektif yang lebih jujur dan kritis.
"Keluarga sering kali menjadi institusi yang sarat dengan ketidaksetaraan. Ketimpangan peran, status, dan kedudukan begitu lekat dalam keseharian keluarga, terutama dalam keluarga besar yang melibatkan banyak generasi seperti nenek-kakek, ayah-ibu, paman-tante, hingga anak-anak," ujar Nani.
Ketidaksetaraan ini tak jarang melahirkan kesenjangan bukan hanya dalam hal tanggung jawab, tetapi juga dalam akses terhadap kesempatan, pengalaman hidup, keterampilan, informasi, hingga teknologi.
"Maka dari itu, memperkuat nilai empati dan keadilan di dalam keluarga menjadi sangat penting, agar setiap anggotanya bisa tumbuh setara dan saling mendukung," tuturnya.***
Laporan : Eka
TAGS:



