PEKANBARU – Pasar Ramadan WR Supratman Pekanbaru kembali dipadati warga menjelang waktu berbuka puasa. Beragam takjil, mulai dari jajanan tradisional hingga menu kekinian, menjadi daya tarik utama yang membuat kawasan tersebut selalu ramai setiap sore selama bulan suci.
Aneka kue jadul seperti lupis, onde-onde, dadar gulung, kolak pisang, dan bubur sumsum tersaji di berbagai lapak. Salah satu pedagang, Enjelia, mengaku tetap mempertahankan cita rasa tradisional yang diwariskan keluarganya agar pelanggan bisa menikmati rasa khas Ramadan. “Kami tetap mempertahankan rasa khas seperti dulu. Resepnya turun-temurun,” ujarnya.
Ia menjual bubur dan kolak dengan harga mulai Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per porsi. Selain menu manis, Enjelia juga menawarkan mie goreng, bihun, onde-onde empat biji Rp5 ribu, lupis Rp5 ribu per porsi, serta sate kerang Rp4 ribu per tusuk. “Kami usahakan harganya tetap terjangkau dengan kualitas yang baik,” katanya.
Tak kalah diminati, lapak gorengan juga laris manis. Riski, salah satu pedagang, menyebut dagangannya kerap habis sebelum magrib. “Alhamdulillah, beberapa hari ini selalu habis. Keuntungan bisa sampai Rp380 ribuan sehari,” ungkapnya. Ia menjual sala lauk Rp500 per buah serta risol, bakwan, dan tahu isi mulai Rp2 ribuan.
Selain jajanan tradisional, minuman segar dan camilan modern turut meramaikan pasar. Thai tea, es kopi susu gula aren, dessert box, hingga kebab mini menjadi pilihan anak muda yang mengantre sejak sore hari.
Owner donat Setakat, Aisyah Salsabila, mengatakan pihaknya menghadirkan donat reguler dengan harga Rp7.000 hingga Rp8.500 per buah serta varian premium seperti Mochi Dubai Kunafa seharga Rp29 ribu. “Kami ingin menghadirkan donat yang enak, terjangkau, dan tetap berkualitas. Harga kami cantumkan jelas agar pelanggan mudah memilih,” ujarnya.***
TAGS:



