Menilik Rencana Pidato Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB, Istana: Penghormatan kepada Bangsa Indonesia
- Redaksi
- Sabtu, 20 September 2025 - 12:53 WIB
PR - Presiden Prabowo telah tiba di New York, Amerika Serikat pada Sabtu, 20 September 2025 pukul 16.50 waktu setempat.
Kunjungan Presiden Prabowo tersebut dalam rangka menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
Tak hanya hadir sebagai peserta sidang, Prabowo juga akan menyampaikan pidato singkatnya di PBB.
“Sesuai jadwal yang diterima, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato pada urutan ketiga pada sesi Debat Umum PBB pada 23 September 2025, setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dikutip dari laman resmi Presiden yang diunggah pada Minggu, 21 September 2025.
“Sidang Majelis Umum tahun ini menjadi momentum penting bagi Indonesia, tidak hanya untuk kembali tampil di level tertinggi pada forum PBB, namun juga untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South yang konsisten menyuarakan agenda reformasi tata kelola dunia agar lebih adil dan inklusif,” tambahnya.
Istana soal pidato Presiden Prabowo: Penghormatan bagi Indonesia
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sempat buka suara mengenai rencana pidato yang akan dilakukan Prabowo di Sidang Majelis Umum.
Prasetyo menyebut bahwa kesempatan tersebut merupakan sebuah penghormatan untuk Indonesia.
“Memang ada undangan kepada Bapak Presiden untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York dan beliau akan hadir karena berdasarkan informasi, Bapak Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato,” ucap Prasetyo Hadi kepada awak media di Istana Kepresidenan pada Jumat, 19 September 2025.
“Kami kira ini juga sebuah penghormatan kepada Bangsa Indonesia kalau Bapak Presiden berkenan hadir,” imbuhnya.
Saat ditanya apakah ada rencana untuk bertemu Presiden Trump, Prasetyo saat itu menyatakan belum ada agenda tersebut.
“Belum tahu, kalau agendanya belum tahu,” terangnya.
Bocoran Pidato Presiden Prabowo dari Kementerian Luar Negeri
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah lebih dulu mengumumkan bahwa Prabowo mendapat kesempatan menjadi pembicara ketiga di Sidang Majelis Umum PBB.
“Insya Allah Bapak Presiden direncanakan hadir, ini menandai kehadiran Kepala Negara Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Tri Tharyat dalam konferensi pers pada 11 September 2025 lalu.
“Beliau (Prabowo) Alhamdulillah juga akan diberikan kesempatan sebagai pembicara ketiga atau berdasarkan hasil undian, sebetulnya menjadi pembicara pertama karena by default, pertama selalu Brasil, kedua Amerika Serikat itu urutan yang jadi tradisi sejak PBB berdiri,” paparnya.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo akan diberi waktu selama 15 menit untuk menyampaikan pidatonya dan mengenai isu yang akan dibicarakan, Tri masih enggan untuk memberikan bocorannya.
“Ada beberapa prioritas, saya tentunya belum bisa share mengenai pidato Bapak Presiden, kita tunggu pada saat peluncuran,” tambahnya.
Saat konferensi pers tersebut, Tri memastikan bahwa yang akan disampaikan Prabowo adalah isu global yang saat ini tengah memanas.
“Tentu dinamika global saat ini, termasuk barusan saja ada serangan terhadap satu negara berdaulat ya, yaitu Qatar, pasti juga isu Palestina akan dibawa,” tandasnya.
*
Laporan : Saiful
TAGS:



