Pasokan Energi Meningkat, Harga Minyak Dunia Turun

  • Eka
  • Jumat, 31 Juli 2026 - 15:46 WIB
Pasokan Energi Meningkat, Harga Minyak Dunia Turun

JAKARTA – Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (31/7/2026) seiring meningkatnya kembali pasokan energi yang melintasi Selat Hormuz. Meski demikian, harga minyak masih mencatat kenaikan sekitar 20 persen sepanjang Juli karena pasar tetap dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Minyak mentah Brent turun sebesar US$1,03 atau 1,2 persen menjadi US$88 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah US$1,50 atau 1,8 persen ke level US$82,09 per barel.

Analis ING Daniel Hynes mengatakan bertambahnya arus pengiriman energi melalui Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menekan harga minyak, meskipun konflik di kawasan Timur Tengah belum mereda.

"Harga minyak mentah bergerak lebih rendah karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah diimbangi oleh tanda-tanda bertambahnya arus pengiriman melalui Selat Hormuz," ujar Hynes seperti dikutip dari Reuters.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia setiap harinya. Jalur tersebut sempat mengalami gangguan setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026.

Di tengah situasi tersebut, Arab Saudi menginisiasi pembentukan koalisi pertahanan maritim internasional untuk memperkuat keamanan di Selat Bab el-Mandeb, Laut Merah, dan Teluk Aden yang juga menjadi jalur penting distribusi energi global.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyebut sedikitnya 14 negara telah menyatakan dukungan terhadap pembentukan koalisi tersebut, di antaranya Mesir, Pakistan, Turki, Sudan, dan Djibouti.

Sementara itu, ancaman terhadap pasokan energi global masih membayangi setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terhadap jalur ekspor minyak melalui Laut Merah, yang selama ini menjadi alternatif selain Selat Hormuz.

Meski aktivitas pelayaran kapal tanker mulai kembali normal, tingginya risiko keamanan membuat biaya pengiriman dan premi asuransi tetap meningkat.

Analis Phillip Nova Priyanka Sachdeva menilai pasar masih memasukkan faktor risiko geopolitik ke dalam pergerakan harga minyak.

"Meskipun harga minyak telah turun dari level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir, tren secara keseluruhan masih menunjukkan prospek yang positif," kata Sachdeva.***



Riau Zona

BACA JUGA: