Pacu Jalur 2026, 204 Jalur Berebut Juara

  • Saiful
  • Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:55 WIB
Pacu Jalur 2026, 204 Jalur Berebut Juara

TELUK KUANTAN, PR – Festival Pacu Jalur 2026 kembali menghidupkan Sungai Batang Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi. Sebanyak 204 jalur dari sejumlah daerah siap bersaing dalam perlombaan perahu tradisional yang menjadi salah satu ikon budaya Riau tersebut.

Festival yang dipusatkan di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, resmi dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto pada Rabu (19/8/2026). Perlombaan berlangsung selama lima hari dan dijadwalkan berakhir dengan babak final pada Minggu (23/8/2026).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas, mengatakan jumlah peserta tahun ini mencapai 204 jalur setelah pendaftaran resmi ditutup. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Riau, tetapi juga dari luar provinsi.

“Total sampai pendaftaran ditutup ada 204 jalur mendaftar. Pembukaan di hari pertama oleh Pak Plt Gubernur SF Hariyanto di Tepian Narosa,” kata Tekad saat dihubungi, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, kehadiran jalur dari Sumatera Barat dan Jambi menambah warna persaingan dalam festival tahun ini. Seluruh peserta akan mengikuti tahapan perlombaan hingga tersisa jalur terbaik yang berhak melaju ke partai puncak.

“Ada jalur dari Jambi dan Sumatera Barat juga ikut mendaftar. Tentu ini menjadi jalur yang akan berlaga selama event digelar di Batang Kuantan dalam beberapa hari ini,” ujarnya.

Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan adu cepat perahu. Tradisi yang telah berkembang di tengah masyarakat Kuantan Singingi selama ratusan tahun ini menjadi bagian dari identitas budaya daerah yang terus dipertahankan hingga kini.

Jalur yang digunakan dalam perlombaan merupakan perahu tradisional berukuran panjang dengan jumlah pendayung yang banyak. Kekompakan seluruh anggota menjadi salah satu faktor penting untuk menghasilkan laju perahu yang maksimal di tengah derasnya persaingan di Sungai Batang Kuantan.

Tradisi tersebut telah mengalami perjalanan panjang. Pada masa lalu, Pacu Jalur pernah menjadi bagian dari perayaan tertentu pada era kolonial. Setelah sempat terhenti pada masa pendudukan Jepang, masyarakat kembali menghidupkannya pada 1950 sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi dan kebudayaan lokal.

Seiring perkembangan zaman, Pacu Jalur kemudian menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ajang tersebut berkembang menjadi festival budaya yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.

Tepian Narosa menjadi arena utama Pacu Jalur tingkat kabupaten. Jalur-jalur yang bertanding sebelumnya telah melewati proses seleksi dalam perlombaan di tingkat rayon dan kecamatan.

Selain perlombaan di sungai, festival tahun ini juga diramaikan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari pekan raya hingga pertunjukan seni tradisional. Pengunjung dapat menikmati kesenian daerah seperti Randai Kuantan Singingi dan berbagai tarian khas Riau.

Popularitas Pacu Jalur juga semakin luas setelah aksi tukang tari atau penari di atas jalur menjadi viral di media sosial pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Fenomena tersebut membuat tradisi Pacu Jalur semakin dikenal, termasuk oleh masyarakat di luar Indonesia.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 204 jalur, penyelenggaraan 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Pacu Jalur sebagai atraksi budaya unggulan Riau. Ramainya pengunjung juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar lokasi festival.***



Riau Zona

BACA JUGA: