FK Unri Lawan Stigma HIV, Pendamping Sebaya Diperkuat

  • Eka
  • Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB
FK Unri Lawan Stigma HIV, Pendamping Sebaya Diperkuat

PEKANBARU, PR – Upaya meningkatkan kualitas pendampingan bagi orang dengan HIV (ODHIV) terus dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri). Salah satunya melalui penguatan keterampilan pendamping sebaya agar mampu memberikan dukungan psikososial secara empatik dan tanpa stigma.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Program Training Empathic Mentoring and Counseling for ODHA (TEMAN-ODHA), yang menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat FK Unri di Kota Pekanbaru.

Ketua Tim Pengabdian FK Unri, Fauzia Andrini Djojosugito, mengatakan pendamping sebaya memiliki peran penting dalam membantu ODHIV menghadapi persoalan psikologis dan sosial, termasuk ketika mereka mengalami kekhawatiran untuk membuka status HIV.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari Program TEMAN-ODHA yang bertujuan meningkatkan kapasitas Pendamping Sebaya ODHIV berbasis komunitas dalam memberikan konseling dan dukungan psikososial bagi ODHIV di Riau,” kata Fauzia, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, kemampuan pendamping tidak cukup hanya memahami aspek kesehatan. Pendamping juga perlu memiliki keterampilan komunikasi yang dapat membuat ODHIV merasa aman untuk bercerita dan memperoleh dukungan.

Karena itu, peserta mendapatkan materi mengenai konseling psikososial, komunikasi empatik, mendengarkan secara aktif, menjaga kerahasiaan, hingga memberikan respons yang sesuai dengan kondisi masing-masing ODHIV.

Pelatihan juga dilengkapi dengan simulasi konseling berbasis kasus melalui metode role play. Peserta mempraktikkan berbagai situasi yang berpotensi mereka hadapi ketika mendampingi ODHIV di lapangan.

Kegiatan tersebut diikuti pendamping sebaya dari sejumlah daerah di Riau, yakni Pekanbaru, Siak, Dumai, dan Indragiri Hilir. Keterlibatan peserta lintas daerah diharapkan dapat memperluas penerapan keterampilan pendampingan berbasis komunitas.

“Keterlibatan peserta dari beberapa wilayah di Riau ini menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan dan peningkatan kapasitas pendampingan. Sehingga keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat diterapkan di masing-masing wilayah,” ujar Fauzia yang akrab disapa Andin.

Data yang disampaikan dalam kegiatan menunjukkan kelompok usia produktif 25–49 tahun menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap HIV. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, kasus HIV/AIDS secara kumulatif di Riau mencapai sekitar 11.523 kasus. Sementara sepanjang 2025 tercatat sekitar 1.170 kasus baru, dengan Pekanbaru menyumbang sekitar 58 persen.

Dalam konteks tersebut, pendamping sebaya dinilai memiliki posisi strategis karena dapat menjadi penghubung yang lebih dekat dengan komunitas. Pendekatan yang empatik diharapkan membantu ODHIV lebih terbuka dalam menyampaikan persoalan yang dihadapi, termasuk berkaitan dengan pengobatan dan kondisi sosial mereka.

Program TEMAN-ODHA dilaksanakan FK Unri bersama Yayasan SIKLUS Riau. Kolaborasi tersebut memadukan pendekatan akademik dari perguruan tinggi dengan pengalaman lapangan organisasi masyarakat sipil dalam pendampingan HIV/AIDS.

“Perguruan tinggi memberikan penguatan dari sisi pengetahuan dan pendekatan akademik, sementara Yayasan SIKLUS turut memberikan pengalaman praktis yang diperoleh dari pendampingan di lapangan,” kata Andin.

Tim pengabdian FK Unri melibatkan Arfianti, Ariza Julia Paulina, Nabilla Sonia Sahara, Rahma Dhani, Denisa Nurmalia, serta mahasiswa Program Magister Biomedis FK Unri.

Melalui program ini, FK Unri bersama Yayasan SIKLUS Riau menargetkan penguatan kapasitas pendamping sebaya di berbagai wilayah Riau. Pendampingan diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga memberikan ruang aman bagi ODHIV untuk memperoleh dukungan psikologis dan sosial tanpa merasa dihakimi.

“Program TEMAN-ODHA, FK Unri bersama Yayasan SIKLUS Riau berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kapasitas pendamping sebaya agar mampu memberikan konseling dan dukungan psikososial yang lebih baik bagi ODHIV,” pungkasnya.***



Riau Zona

BACA JUGA: