Bentrok Warga vs PT Arara Abadi di Siak Memanas, Pemuda Muhammadiyah Riau Minta Penegakan Hukum Tegas
- Eka
- Sabtu, 02 Mei 2026 - 16:13 WIB
SIAK,PR – Bentrokan antara ratusan warga dan pihak PT Arara Abadi terjadi di Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, pada Rabu (29/4/2026). Insiden ini langsung menyita perhatian berbagai kalangan, termasuk Pemuda Muhammadiyah Riau.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Riau, Rizal S, mengecam keras tindakan yang dinilai merugikan masyarakat. Dalam keterangannya kepada media, Sabtu (2/5/2026), ia menyebut langkah perusahaan tidak dapat diterima, terlebih disebut-sebut mendapat pengawalan aparat.
“Tindakan yang dilakukan PT Arara Abadi kepada masyarakat sangat tidak bisa kita terima. Apalagi jika benar dikawal oleh aparat. Kami sangat mengecam hal itu,” tegas Rizal.
Ia menilai konflik ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan meminta aparat penegak hukum segera bertindak. Rizal mendesak Polda Riau untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Harus ada langkah tegas dari Polda Riau. Jika terbukti meresahkan dan tidak berpihak kepada masyarakat, kami mendorong agar kegiatan PT Arara Abadi dibekukan sementara,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan dipicu oleh masuknya alat berat milik perusahaan ke area perkebunan kelapa sawit yang selama sekitar satu tahun terakhir dikelola warga. Alat berat tersebut dilaporkan melakukan penumbangan tanaman sawit dengan pengawalan aparat.
Warga menolak aktivitas tersebut karena merasa memiliki dan telah mengelola lahan sejak ditinggalkan pengelola sebelumnya, yang dikenal sebagai Wan Junaidi.
Di sisi lain, pihak perusahaan mengklaim bahwa lahan tersebut merupakan bagian dari area konsesi hutan tanaman industri (HTI) yang berada dalam kewenangan mereka.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait langkah penanganan lanjutan. Situasi di lokasi dilaporkan masih dalam pengawasan aparat.***
TAGS:



