Inflasi Riau 3,65%, Dipicu Kenaikan Barang dan Jasa

  • Eka
  • Rabu, 01 April 2026 - 20:35 WIB
Inflasi Riau 3,65%, Dipicu Kenaikan Barang dan Jasa

PEKANBARU, PR – Provinsi Riau mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,65 persen pada Maret 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,84.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pada Maret 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Riau sebesar 3,65 persen dengan IHK sebesar 111,84,” ujarnya dalam rilis resmi, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 4,71 persen dengan IHK 113,43, sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Kampar sebesar 3,23 persen dengan IHK 112,64.

Menurutnya, inflasi tahunan ini dipicu oleh kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran,” jelasnya.

Kelompok dengan kenaikan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 16,83 persen, disusul perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 6,06 persen serta pendidikan sebesar 5,08 persen.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami kenaikan sebesar 3,22 persen yang turut mendorong inflasi.

Di sisi lain, terdapat dua kelompok yang mengalami deflasi, yakni perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,83 persen serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), Riau justru mengalami deflasi sebesar 0,20 persen. Sementara secara tahun kalender (year to date/y-to-d), juga tercatat deflasi sebesar 0,32 persen.

“Secara m-to-m Riau mengalami deflasi 0,20 persen dan secara y-to-d deflasi 0,32 persen,” katanya.

Asep menambahkan, sejumlah komoditas seperti emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, telur ayam ras, beras, serta jasa pendidikan dan transportasi menjadi pendorong utama inflasi. “Data ini penting sebagai indikator kondisi ekonomi daerah dan bahan pertimbangan dalam menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat,” tutupnya.***



Riau Zona

BACA JUGA: