PEKANBARU, PR – Kasus AIDS di Provinsi Riau hingga akhir 2025 didominasi oleh laki-laki. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan masih tingginya perilaku berisiko pada kelompok tersebut.
Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Riau mencatat, sekitar 88 persen kasus AIDS sepanjang Januari hingga Desember 2025 terjadi pada laki-laki. Sementara perempuan hanya menyumbang sekitar 12 persen dari total kasus.
Sekretaris KPA Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan, menyebut dominasi kasus pada laki-laki menjadi tantangan besar dalam upaya penanganan dan pencegahan HIV/AIDS di daerah.
“Sebagian besar kasus terjadi pada laki-laki. Ini berkaitan dengan faktor perilaku yang masih menjadi tantangan utama,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Selain didominasi laki-laki, kasus AIDS di Riau juga banyak terjadi pada kelompok usia produktif. Sekitar 77 persen kasus berasal dari rentang usia 25–49 tahun.
Kelompok usia 20–24 tahun turut menyumbang sekitar 10 persen kasus, disusul usia di atas 50 tahun sekitar 9 persen. Sisanya berasal dari kelompok usia anak-anak dan remaja.
Menurut Wildan, kombinasi antara usia produktif dan dominasi laki-laki membuat dampak AIDS semakin luas, terutama terhadap kondisi sosial dan ekonomi keluarga.
“Mayoritas penderita adalah usia produktif. Ini menjadi alarm karena mereka merupakan tulang punggung keluarga,” katanya.
Secara kumulatif, jumlah kasus AIDS di Riau hingga Desember 2025 mencapai 4.480 orang. Kota Pekanbaru menjadi wilayah dengan kasus tertinggi yakni 2.746 kasus, diikuti Indragiri Hilir 308 kasus dan Dumai 300 kasus.
Tingginya angka di wilayah perkotaan dipengaruhi oleh mobilitas penduduk yang tinggi serta akses layanan kesehatan yang lebih baik, sehingga lebih banyak kasus terdeteksi.
“Yang paling penting adalah pencegahan dan deteksi dini. Jangan takut untuk tes HIV, agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” tutupnya, seraya mengingatkan pentingnya menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS agar mereka tetap mendapat dukungan.***
TAGS:



