Tes HIV Gratis, Warga Pekanbaru Tak Perlu Takut Periksa

  • Eka
  • Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:14 WIB
Tes HIV Gratis, Warga Pekanbaru Tak Perlu Takut Periksa

PEKANBARU, PR — Pemerintah Kota Pekanbaru memperluas akses pemeriksaan HIV/AIDS dengan menyediakan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) secara gratis di 21 puskesmas. Fasilitas ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat yang merasa pernah melakukan perilaku berisiko agar dapat mengetahui status kesehatannya lebih dini.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai biaya untuk melakukan pemeriksaan maupun mendapatkan layanan lanjutan apabila dinyatakan positif.

“Jadi mereka bagi pengidap sudah bisa mengakses layanan ini di Puskesmas,” ujar Dedy, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, layanan pemeriksaan HIV/AIDS tidak hanya tersedia di puskesmas. Pemerintah juga menyiapkan akses pemeriksaan dan layanan pendukung di 29 rumah sakit, empat lapas, satu rutan, klinik, BKK, serta sejumlah fasilitas layanan lainnya.

Sementara layanan pengobatan bagi pasien yang terkonfirmasi positif juga tersedia di fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit. Temuan kasus selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan pengobatan dan pendampingan sesuai kebutuhan pasien.

Dedy mengimbau masyarakat yang merasa pernah melakukan perilaku berisiko untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan secara sukarela penting dilakukan agar kasus dapat ditemukan lebih awal dan penanganan bisa segera diberikan.

“Intinya kita akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi untuk memberantas HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Karena penyakit ini adalah ancaman serius terhadap tatanan nilai kehidupan,” katanya.

Selain layanan kesehatan, pendampingan juga dilakukan melalui kerja sama dengan kelompok masyarakat dan LSM Peduli AIDS. Pendamping membantu pasien maupun kelompok berisiko mendapatkan informasi serta mengakses pemeriksaan secara sukarela, termasuk mendorong pasangan untuk ikut melakukan pemeriksaan.

Pemko Pekanbaru juga melibatkan tokoh agama dalam upaya pencegahan. Para pendakwah dan penceramah diharapkan turut memberikan edukasi mengenai HIV/AIDS, termasuk pemahaman dari perspektif agama terkait perilaku yang dapat meningkatkan risiko penularan.

Dinkes bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pekanbaru terus mendorong sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mendapat dukungan dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, LSM, tokoh agama, pemuda, perempuan hingga kader posyandu.

Dengan semakin mudahnya akses pemeriksaan, masyarakat diharapkan tidak menunda melakukan tes apabila memiliki kekhawatiran terkait risiko HIV. Deteksi lebih awal memungkinkan seseorang memperoleh pengobatan dan pendampingan secara lebih cepat.***



Riau Zona

BACA JUGA: