BENGKALIS, PR – Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bengkalis, Firman Sinaga, mengingatkan seluruh dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjalankan kegiatan sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Peringatan tersebut disampaikan menyusul temuan dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan program MBG di dapur SPPG Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara. Beberapa hari lalu, pihak SMA Negeri 1 Rupat Utara dilaporkan mengembalikan makanan MBG yang dikirim selama tiga hari berturut-turut.
Firman menjelaskan, selama bulan Ramadan distribusi MBG memang dilakukan setiap tiga hari sekali. Namun dari laporan yang diterima, menu yang sampai ke sekolah diduga tidak sesuai dengan standar porsi dan kualitas yang ditetapkan.
“Selama Ramadan distribusi MBG dilakukan setiap tiga hari sekali. Tetapi dari laporan yang kami terima, menu yang datang diduga tidak sesuai standar porsi dan kualitas, serta terjadi keterlambatan pengiriman,” ujar Firman Sinaga, Selasa (10/3/2026).
Persoalan tersebut mencuat setelah seorang guru SMAN 1 Rupat Utara, Erlindawati, mengunggah kondisi makanan yang diterima sekolah melalui media sosial. Dalam unggahan tersebut dijelaskan alasan pihak sekolah memutuskan untuk mengembalikan makanan dari dapur MBG.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Korwil SPPG Bengkalis langsung melakukan pengecekan di lapangan. Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan adanya kelalaian dalam proses persiapan bahan baku yang berdampak pada keterlambatan distribusi makanan.
“Untuk dapur SPPG Tanjung Medang sudah kami tegur. Dari hasil temuan di lapangan memang ada kelalaian dan keterlambatan dalam mempersiapkan bahan baku,” tegas Firman.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap dapur MBG di Bengkalis dilakukan secara berkala. Dari sekitar 70 dapur SPPG yang beroperasi, masih ditemukan beberapa yang belum menjalankan program sesuai standar yang ditetapkan.
“Dari hasil sidak di lapangan memang masih ada dapur yang tidak menjalankan ketentuan secara maksimal. Teguran sudah kami berikan baik secara lisan maupun tertulis,” jelasnya.
Firman menegaskan, jika pelanggaran kembali terjadi, pihaknya tidak akan segan menyurati BGN di tingkat provinsi maupun pusat untuk meminta tindakan tegas, termasuk kemungkinan penghentian sementara operasional dapur.
Selain itu, pihaknya juga mendorong transparansi dalam pelaksanaan program MBG. Setiap dapur SPPG diminta memiliki media sosial untuk menampilkan harga menu serta kandungan gizi makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.
Firman berharap seluruh pihak, termasuk yayasan pengelola dapur, menjaga integritas dan tidak melakukan praktik mark up harga. Program MBG, kata dia, merupakan program strategis nasional untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya pelajar.
“Bersama-sama kita wujudkan program Makan Bergizi Gratis yang berkualitas dan transparan. Makanan yang disajikan harus benar-benar bergizi, layak, dan sesuai standar,” pungkasnya.
Teks Foto:
Korwil SPPG Kabupaten Bengkalis Firman Sinaga bersama tim saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dapur SPPG di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Laporan : Eka
TAGS:



