Sejak 1997 Hingga 2025, Kasus HIV Riau Tembus 11 Ribu

  • Eka
  • Jumat, 03 April 2026 - 16:13 WIB
Sejak 1997 Hingga 2025, Kasus HIV Riau Tembus 11 Ribu

PEKANBARU, PR – Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat total kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) mencapai 11.336 kasus sejak 1997 hingga 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.990 orang dilaporkan masih hidup hingga saat ini.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, menyampaikan bahwa ribuan kasus tersebut menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, meskipun dengan fluktuasi di beberapa periode.

“Sejak tahun 1997 ditemukan 11.336 kasus dengan 6.990 orang masih hidup. Sementara yang telah memasuki stadium AIDS sebanyak 4.480 orang,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, pada periode awal 1997 hingga 2005, jumlah kasus masih relatif rendah, yakni sebanyak 85 kasus. Namun, angka tersebut mulai meningkat secara signifikan setelah tahun 2006.

“Mulai 2006 ditemukan 80 kasus, kemudian meningkat menjadi 138 kasus pada 2007 dan terus bertambah hingga ratusan kasus setiap tahun,” jelasnya.

Peningkatan terus berlanjut pada periode berikutnya. Pada 2013 tercatat 433 kasus, lalu naik menjadi 569 kasus pada 2014 dan 738 kasus pada 2015.

Memasuki tahun-tahun berikutnya, angka kasus HIV di Riau tetap tinggi. Pada 2020 tercatat 726 kasus, kemudian 570 kasus pada 2021 dan melonjak menjadi 835 kasus pada 2022.

“Pada 2023 ditemukan 1.001 kasus, 2024 sebanyak 1.006 kasus, dan terakhir pada 2025 mencapai 1.051 kasus,” ungkap Zulkifli.

Ia juga menyebutkan bahwa kasus HIV tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Riau, dengan Kota Pekanbaru sebagai wilayah dengan kontribusi terbesar.

“Pekanbaru menyumbang 58,20 persen atau sekitar 6.598 kasus, sementara daerah lain berada di bawah 10 persen,” terangnya.

Selain Pekanbaru, jumlah kasus cukup tinggi juga ditemukan di Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Pelalawan, Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir.

Dinas Kesehatan Riau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya HIV/AIDS melalui edukasi dan pencegahan sejak dini.

“Kami mengajak masyarakat untuk menghindari perilaku berisiko, melakukan skrining rutin, serta menjalani terapi ARV bagi yang terinfeksi,” tutupnya.(ka) 



Riau Zona

BACA JUGA: