Zulhas Tanggapi Tudingan Penanganan Bencana di Sumatera Lamban, Singgung soal Jarak dan Akses dari Pusat

  • Eka
  • Selasa, 02 Desember 2025 - 12:49 WIB
Zulhas Tanggapi Tudingan Penanganan Bencana di Sumatera Lamban, Singgung soal Jarak dan Akses dari Pusat
Zulkifli Hasan membeberkan arahan yang diberikan Presiden Prabowo untuk penanganan bencana Sumatera. (Instagram/zul.hasan)

PR - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan buka suara mengenai tudingan lambannya penanganan banjir di Sumatera.

Politikus yang kerap dipanggil Zulhas itu mengatakan bahwa akses dan jarak antara pemerintah pusat dengan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi salah satu penyebabnya.

Oleh karena itu, menurut Zulhas distribusi bantuan selain jalur darat, yakni laut maupun udara juga memerlukan waktu serta berpengaruh pada kuota bantuan yang diberikan.

Respons Zulhas saat Penanganan Bencana Sumatera Dibandingkan dengan yang Terjadi di Pulau Jawa

Zulhas  mengakui kondisi geografis dan jarak antara pemerintah pusat dengan lokasi bencana memang berpengaruh pada kecepatan penanganan.

“Memang Aceh, Sumatera Utara kan jalannya banyak yang putus, itu harus melalui udara. Kalau melalui laut, itu lama. Itu mungkin yang dikesankan lama,” ucap Zulhas dikutip dari tayangan podcast yang diunggah di kanal YouTube Denny Sumargo pada Selasa, 2 Desember 2025.

“Ada udara, tapi terbatas. Kalau Pulau Jawa kan satu darat,” imbuhnya.

Menurut Zulhas, penangan bencana yang terjadi di Pulau Jawa jadi terkesan cepat dalam penanganannya karena secara geografis lebih mudah diakses.

“Aceh terus ke Sumatera Utara, itu ada gunung, ada Bukit Barisan yang kita nggak mudah untuk tembusnya,” tambahnya.

Kondisi Iklim dan Alam yang Tak Bisa Disalahkan

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut bahwa saat ini merupakan periode siklon tropis yang memang harus diwaspadai.

“Ini dampaknya tidak hanya di kita, Indochina ini. Malaysia juga kena, Thailand kena, Filipina kena, cuma memang kita yang paling ekstrem tapi sekarang kan udah bergeser,” ujar Zulhas.

“Tentu alam, bencana alam itu ada kerusakan alam menyebabkan tambah parah itu harus kita akui. Nggak bisa kita salahin alam, karena ada perbuatan kita yang menyebabkan lebih parah,” terangnya.

Beberkan Arahan dari Presiden soal Penanganan Bencana

Dalam siaran yang sama, Zulhas menyatakan bahwa ada perintah langsung dari Presiden Prabowo terkait penanganan bencana di Sumatera.

“Pak Presiden kalau seperti ini langsung, kita diperintah semua. Tidak boleh ada yang istirahat, tidak boleh ada yang terlambat, harus segera cepat,” tegas Zulhas.

Mengenai penanganan bencana saat ini, kata Zulhas, Prabowo melarang penyelesaian melalui rapat yang panjang.

“Beliau kan terlatih, tidak boleh ada rapat-rapat lagi, harus selesai di lapangan. Butuh beras, berasnya harus cepat datang,” lanjutnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo pun telah mengunjungi lokasi bencana di Sumatera Utara dan Aceh pada Senin, 1 Desember 2025.

Prabowo menjanjikan prioritas percepatan pengiriman bantuan kepada warga terdampak bencana banjir dan longsor.

“Kita sekarang prioritas bagaimana bisa segera kirim bantuan-bantuan yang mungkin diperlukan,” ucap Prabowo di Tapanuli Utara pada Senin, 1 Desember 2025.

“Insya Allah kita dengan kerja sama teamwork yang baik, kita bisa segera menghadapi musibah ini, segera memberi solusi-solusi kepada kesulitan rakyat sekarang ini,” lanjutnya.

Senada dengan Zulkifli Hasan, Prabowo juga sempat menyatakan bahwa iklim adalah tantangan yang harus dihadapi, baik oleh masyarakat maupun pemerintah.

“Perubahan iklim kita harus hadapi dengan baik, pemerintahan harus benar-benar berfungsi menjaga lingkungan antisipasi kondisi di masa depan. Di daerah-daerah semuanya harus siap kondisinya,” tukasnya.***



Riau Zona

BACA JUGA: