Pasca Erupsi, Gunung Semeru Naik Level Awas dan Penetapan Status Tanggap Darurat 7 Hari

  • Eka
  • Rabu, 19 November 2025 - 13:54 WIB
Pasca Erupsi, Gunung Semeru Naik Level Awas dan Penetapan Status Tanggap Darurat 7 Hari
Pemkab Lumajang, Jawa Timur beri status tanggap darurat usai erupsi Gunung Semeru. (Kominfo Lumajang)

PR - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur bergejolak dengan mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Rabu, 19 November 2025 sekitar pukul 14.13 WIB.

Tingkat aktivitas gunung kemudian dinaikkan statusnya dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB.

Menurut keterangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kenaikan status tersebut dilakukan terkait dengan potensi dampak dan kemungkinan proses pengungsian untuk warga.

3 Desa Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Dari data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan (Pusdalops) BNPB, per Rabu malam, 19 November 2025, sudah ada 3 desa yang terdampak semburan APG dari Gunung Semeru.

Ketiga desa tersebut berada di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yaitu Desa Supit Urang dan Desa Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.

Sebanyak 300 warga juga telah dievakuasi sejak malam hari oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Selain menyediakan tempat aman, pemerintah juga melengkapi lokasi pengungsian dengan fasilitas lengkap dengan layanan medis, logistik, dan informasi terkini bagi warga terdampak.

Lumajang Terapkan Tanggap Darurat 7 Hari

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, kemudian menetapkan status tanggap darurat bencana alam Gunung Semeru selama 7 hari.

Aturan tersebut dimulai pada 19 hingga 25 November 2025 untuk proses evakuasi dan penyelesaian bagi yang terdampak erupsi.

“Setiap langkah yang diambil pemerintah bertujuan untuk melindungi masyarakat. Status tanggap darurat ini memastikan kita bisa bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam menghadapi bencana,” ujar Indah dalam keterangannya pada Rabu malam, 19 November 2025.

178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo, Pastikan dalam Kondisi Aman

Sementara itu, sebanyak 178 orang pendaki Gunung Semeru dikabarkan terjebak di kawasan Ranu Kumbolo.

“Jumlah orang yang berada di Ranu Kumbolo 178 orang. Terdiri 137 orang pendaki, 1 orang petugas, 2 saver, 7 orang PPGST (Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar), 15 porter, 6 orang dari tim Kementerian Pariwisata,” ucap Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Septi Eka Wardhani kepada wartawan pada Rabu malam, 19 November 2025.

Situasi aman di Ranu Kumbolo dipastikan aman menurut keterangan dari Humas BB TNBTS, Endrip Wahyutama.

“Untuk saat ini, kondisi di Ranu Kumbolo relatif aman. Awan panas terpantau bergerak ke arah tenggara selatan, sedangkan posisi Ranu Kumbolo berada di utara,” ujar Endrip.

Oleh karena itu, para pendaki aman berada di Ranu Kumbolo sambil menunggu situasi lebih kondusif dan mulai bergerak turun pada Kamis, 20 November 2025 pukul 08.00 WIB ke arah Ranupani.

“Kami terus berkoordinasi dengan para pemandu dari PPGST, dan hingga saat ini kondisi pengunjung masih aman serta terkendali,” imbuhnya.***



Riau Zona

BACA JUGA: